Selasa, 23 Agustus 2011

OUTBOUND Salah Satu Kegiatan Untuk Memotivasi Belajar Peserta Didik

Oleh : Drs. Edi Basuki, M.Si


“Creativity Games” karya Adi Soenarno dikatakan bahwa orang kreatif pasti lebih baik dibanding dengan yang kurang kreatif, apalagi yang tidak kreatif sama sekali. Ciri seorang kreatif antara lain memiliki ide yang baru, berani tampil beda, memunculkan pikiran yang belum popular, tidak takut mencoba dan tidak takut gagal. Sebaliknya, seorang yang tidak kreatif cenderung mengikuti pola yang sudah ada, pesimis dan takut dicemooh karena melakukan sesuatu yang tidak umum. Masih dalam buku tersebut dikatakan pula, dalam pekerjaan sehari-hari, orang yang kreatif sering dibutuhkan, baik ide maupun pendapatnya, dibutuhkan dalam hal menyelesaikan masalah atau membuat sesuatu yang inovatif.

Konon, upaya menumbuhkan kreativitas ini salah satunya bisa dilakukan dengan mengadakan kegiatan outbound berupa permainan yang memerlukan tindakan kreatif, baik dilakukan secara individu maupun berkelompok. Saat ini Outbound banyak diminati oleh berbagai kalangan, baik untuk pembinaan karyawan perusahaan, instansi pemerintah. Untuk lingkungan pendidikan nonformal kayaknya cocok bila peserta didiknya sesekali di beri kegiatan outbound sebagai upaya menanamkan karakter yang kreatif, mandiri dan bertanggung jawab yang dapat dijadikan bekal hidup dikemudian hari, baik ketika akan mencari pekerjaan maupun dalam rangka membuka lapangan kerja sendiri (berwiraswasta).

Hal ini sejalan dengan anggapan yang mengatakan bahwa belajar sebaiknya dilakukan dalam lingkungan alami, dimana peserta didik bisa dengan bebas menyalurkan kreativitasnya, sehingga dapat merasakan langsung pengalaman yang didapat dalam kehidupan sehari-hari dan berparisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran. Dengan kata lain Outbound adalah kegiatan di alam terbuka yang dapat memacu semangat belajar dan bekerjasama dalam menyelesaikan tugas dengan penuh kreativitas.

Dikatakan pula bahwa aktivitas Outbound merupakan sarana penambah wawasan pengetahuan yang didapat dari serangkaian pengalaman ”berpetualang” sehingga dapat memacu semangat dan kreativitas yang bersifat inovatif.

Hal ini sejalan dengan maksud dilaksanakannya kegiatan outbound, diantaranya :
  1. Agar peserta termotivasi untuk meraih prestasi dalam kegiatan yang menyenangkan.
  2. Agar terbina keakraban dan kekeluargaan serta kepekaan terhadap lingkungan melalui kegiatan yang rekreatif dan menyenangkan.

Adapun Tujuan pelaksanaan outbound, yaitu :
  1. Membangun sinergi dan sikap empati antar sesama anggota tim.
  2. Meningkatkan kemampuan dalam bekerja secara tim.
  3. Meningkatkan motivasi dan keyakinan diri peserta akan kemampuan diri serta berpikir kreatif.
  4. Meningkatkan kebersamaan dan rasa saling percaya.
  5. Penyegaran dan memecahkan kekakuan dalam berinteraksi serta membangu komunikasi yang hangat.

Aneka permainan yang disajikan dalam kegiatan outbound mengandung pesan yang dapat memberi inspirasi untuk meningkatkan kinerja dan kerjasama diantara individu dalam upaya mencapai tujuan bersama. Untuk mencapai hasil yang optimal, maka materi outbound haruslah disesuaikan dengan karakteristik peserta didik agar tidak mubadzir. untuk itulah pemandu outbound harus banyak menggali informasi tentang latar belakang peserta didik sebelum merencanakan, menyusun dan melaksanakan kegiatan. latar belakang itu terkait dengan usia, kondisi sosial ekonomi keluarga, aktivitas keseharian, lingkungan pergaulannya serta pengalaman hidup yang telah dimilikinya.

Dengan demikian maka dalam pelaksanan kegiatan outbound yang pesertanya terdiri dari kelompok binaan pendidikan nonformal haruslah dilaksanakan seluwes mungkin (fleksibel) agar mereka dapat memahami dan melaksanakan tugas-tugas yang diberikan dengan penuh semangat dan bergembira. Hal ini seperti pengalaman dari Masduki, Direktur LKPUS, Kota Kediri ketika menyelenggarakan kegiatan outbound bagi peserta program pendidikan nonformal, yang mengatakan bahwa desain aktivitas kegiatan outbound divariasikan sedemikian rupa sehingga seluruh aspek pembelajaran yang meliputi dinamika kelompok dan materi tentang pengembangan pribadi mandiri, kemudian dilanjutkan dengan materi dalam bentuk permainan kompetisi antar kelompok maupun pengembangan psiko motorik peserta didik secara individual.

Semuanya itu dikemas dalam suasana yang menyenangkan (partisipatoris approach). Aktivitas semacam ini merupakan pengembangan seluruh potensi kecerdasan intelektual, emosional dan sosial yang disebutkan dalam konsep multiple intelegence. dari pengalaman diatas bisa dikatakan bahwa kegiatan outbound merupakan salah satu tema menarik untuk dipilih sebagai metode belajar bagi peserta didik di lingkungan pendidikan nonformal, hal ini mengingat bahwa manfaat dari kegiatan ini sangat besar dalam upaya membangun karakter peserta didik yang nota bene mereka telah memiliki pengalaman hidup yang beragam sesuai dengan aktivitas kesehariannya yang biasanya cenderung keras dan mengesampingkan norma susila yang berlaku di masyarakat.

Untuk itulah alangkah baiknya jika dalam awal kegiatan pembelajaran bagi peserta didik baru, pengelola pendidikan nonformal mengadakan kegiatan outbound, disamping sebagai sarana rekreasi juga untuk membangun kebersamaan diantara peserta didik serta memciptakan suasana yang akrap antara peserta didik, Tutor dan Pengelola program. Dengan sajian permainan outbound yang menarik, tentu akan membuat setiap peserta didik senang dan bahagia. Selain itu dengan bermain dapat belajar menggali dan mengembangkan potensi, bakat, minat dan rasa ingin tahu serta meningkatkan rasa percaya dirinya yang nantinya akan berguna sebagai bekal hidup.


Dengan kata lain, kegiatan outbound akan memberikan pengalaman dan inspirasi kepada peserta didik untuk belajar bertindak cepat dalam mengambil keputusan, serta kreatif dalam memecahkan suatu masalah secara mandiri dengan penuh perhitungan dan tanggung jawab sesuai dengan konsep pengembangan pribadi mandiri. Tinggal bagaimana para Tutor dan Pengelola Pendidikan nonformal, dalam hal ini Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) bisa secara kreatif memprogramkan kegiatan outbound secara berkala yang disesuaikan dengan kemampuan.


Penyelenggaraan outbound ini tidak harus mengeluarkan biaya mahal, yang penting peserta didik bisa menikmatinya dengan suasana gembira, dari kegiatan tersebut peserta didik mendapatkan pengalaman dan wawasan baru yang diharapkan akan berpengaruh pada perilaku selanjutnya. Kuncinya disini adalah komitmen dan kreativitas dari para Tutor dan Pengelola pendidikan nonformal dalam mengabdikan dirinya membantu pemerintah dalam pemerataan kesempatan mendapatkan pendidikan bagi masyarakat dengan motto ”Melayani yang belum Terlayani”. Semoga.[edibasuki/bppnfi.reg4]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar